Mendikbud Sebut Pendidikan Keras Bentuk Siswa Tahan Banting

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 11/08/2016 17:22 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy menyebut pendidikan yang keras diperlukan untuk membentuk pribadi anak yang kuat dan tangguh. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan tidak semua sanksi fisik dari guru yang diterapkan kepada siswa merupakan bentuk kekerasan anak di sekolah.

Menurut Muhadjir, sanksi fisik dari guru dapat ditoleransi dalam batasan tertentu sebagai bentuk didikan secara tegas jika anak tersebut sudah melampaui batas. Sanksi fisik merupakan alternatif mendidik yang memperkuat mental anak ketika teguran masih juga tidak berdampak.

"Pendidik bukan hanya beri curahan kasih sayang, untuk bentuk pribadi anak yang kuat dan tangguh juga tahan banting. Itu tidak bisa tanpa pendidikan yang keras," kata Muhadjir di kantor Kemdikbud pada Kamis (11/8).


Menurut Muhadjir, maraknya tindak kekerasan bahkan kriminalisasi terhadap guru dipicu dari kesalahpahaman metode mendidik antara guru dan orang tua murid. Perbedaan metode mendidik anak antara guru dan orang tua tak jarang memicu konflik antara keduanya.

Maraknya kriminalisasi guru, tutur Muhadjir, dikawatirkan menimbulkan kecemasan dan ketidakleluasaan guru dalam mendidik anak di sekolah. Masyarakat diimbau untuk memahami peranan guru.

"Guru ada saatnya tindak kekerasan demi kebaikan murid. Kesalahapahaman orang tua dan guru bicarakan dulu baik-baik," kata Muhadjir.

Muhadjir menyayangkan jika kekerasan apalagi kriminalisasi guru masih kerap terjadi. Hal ini diutarakannya menanggapi kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh orang tua murid.

Kasus pemukulan ini dipicu emosi salah satu orang tua yang mendapat laporan dari anaknya yang mengaku telah ditampar oleh guru karena tidak membawa pekerjaan rumah (PR).

Guru yang menjadi korban pemukulan mengaku tidak menampar, hanya mendorong bahu siswa tersebut karena saat ditegur anak tersebut malah mengumpat sambil mengatakan kata-kata kotor.

"Kami menyayangkan kalau kekerasan pada guru masih terus terjadi. Orang tua dan guru harus bisa bedakan mana bentuk kekerasan mana yang pendisiplinan, ada batasannya," kata Muhadjir. (gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK