"Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun. Telah meninggal dunia Bapak Adi Sasono, hari ini 13 Agustus 2016 pada pukul 17.20. Semoga Allah Swt menempatkan almarhum Bapak Adi Sasono di surga abadi, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman dan ketabahan. Aamiiin. Kami yang berduka sangat mendalam," kata Jumhur Hidayat, Sabtu (13/8).
Menurut Jumhur, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februari 1943 silam itu mengabdikan seluruh hidupnya untuk pemberdayaan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan belasungkawa juga datang dari politisi Partai NasDem Akbar Faizal. Dalam akun Twitternya, Akbar menulis "Telah Berpulang Bang Adi Sasono, pada pukul 17.20 hari ini 13 Agustus 2016. Kami mengenangmu sebagai seorang yang tangguh."
Lalu, ia menjabat sebagai Ketua Umum Koperasi Syariah 165, Ketua Umum Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara, Ketua Dewan pengawas Koperasi Selaras, dan jabatan penting lainnya.
Dalam situs https://kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id/, Majalah Far Eastern Economic Review, edisi minggu pertama Desember 1998, bahkan menulis Adi Sasono sebagai The Indonesia's Most Dangerous Man? (Orang Indonesia yang paling Berbahaya?).
Menurut majalah mingguan itu, Adi Sasono dianggap berbahaya dan ditakuti karena kebijakan politik ekonominya, yaitu Ekonomi Kerakyatan, membuat khawatir para pelaku bisnis yang sudah mapan (konglomerat). Sementara majalah the Economist dari Inggris menyebut bapak lima anak tersebut sebagai Robin Hood van Java.
Atas jasanya, mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Indonesia sesuai Keppres No.076/TK/TH.1999, tanggal 13 Agustus 1999. Ia juga memperoleh penghargaan Upakarti yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk pengembangan industri kecil pada tahun 1990.
Oleh Lembaga Studi Pembangunan (LSP), Adi Sasono juga mendapatkan penghargaan Agha Khan Award karena menerapkan prinsip membangun tanpa menggusur terkait perencanaan dan pembangunan kota Samarinda.
Indonesia kembali kehilangan sosok yang selalu menjunjung keadilan dalam setiap langkah dan perbuatannya. Selamat jalan Pak Adi Sasono, semoga segala perbuatan dan kebaikanmu dapat menjadi contoh bagi pejabat Indonesia saat ini. (rel)