“Kalau dari ketua umum peluang untuk Risma dan Ahok kayaknya 50:50, tapi kalau versi pengurus PDIP Risma lebih besar,” ujar Eva kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eva menuturkan, karena nanti yang memutuskan siapa calon yang bakan diusung oleh PDIP adalah Ketua Umum Megawati secara pribadi maka peluangnya Risma dan Ahok sama besar.
Senada dengan Eva, politikus PDIP lainnya, Budiman Sudjatmiko, mengatakan bahwa kalau dari sisi Ketua Umum Megawati maka peluang dukungan untuk Risma dan Ahok masih sama besar. “Masih fifty-fifty peluang keduanya untuk diusung,” ucap Budiman kepada CNNIndonesia.com.
Budiman menuturkan sejauh ini masih terus dirapatkan soal siapa calon gubernur Jakarta yang akan diusung oleh partainya, termasuk oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan.
“PDIP masih terus mencari nama yang pas untuk diusung. Yang jelas calon yang akan diusung nanti yaitu yang sejalan dengan PDIP dan juga pemerintah pusat. Calon yang diusung tidak bisa dilepaskan dari keterkaitan dengan pemerintah pusat di Jakarta,” kata dia.
Budiman mengakui sejauh ini memang baru ada dua nama bakal calon gubernur Jakarta yang kuat dibicarakan yaitu Ahok dan Risma. Kedua tokoh tersebut, menurut Budiman masih memiliki peluang yang sama untuk bisa diusung oleh PDIP. “Ibu Mega sebagai ketua umum yang nanti memutuskan,” ucap anggota Komisi II DPR ini.
(obs)