Dia hanya berucap satu kata. "Sudah," ujar Arcandra sembari mengangkat lima jari tangannya agar wartawan tak menanyakan masalah itu lagi.
Arcandra juga menolak mengomentari ihwal pemberhentiannya sebagai menteri. "Semua sudah ada yang mengatur, Allah the best plan," jawabnya singkat dan diplomatis seperti dikutip dari detik.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampak hadir rekan sejawat Arcandra dan juga politisi Partai Golkar dan mantan Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu Fahmi Idris.
Pemberitahuan disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Padahal pada 27 Juli lalu, Jokowi secara langsung mengumumkan Arcandra sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.
"Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Arcandra Tahar dari posisinya dan menunjuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai pelaksana tugas sampai ada menteri definitif," kata Pratikno di Kantor Presiden, Senin malam (15/8).
Langkah Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Arcandra dari posisi menteri dinilai sebagai keputusan penting. Pakar hukum tata negara Hamdan Zoelva menyatakan, pemberhentian Arcandra membuat Jokowi lepas dari beban politik dan sosial. “Ini bisa jadi beban bagi Presiden dan pemerintahan jika masih tetap mempertahankan Menteri ESDM,” ujar Hamdan ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Senin malam (15/8).
(obs)