"Kalau deklarasi itu teknis, bisa saja setelah pendaftaran. Tidak harus deklarasi itu sebelum pendaftaran, yang penting keputusan," kata Andreas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, dia menjelaskan, deklarasi akan segera dilakukan jika sudah ada keputusan nama calon yang akan diusung maju.
Berdasarkan tradisi, PDI Perjuangan akan mengumumkannya pada menit terakhir sebelum masa pendaftaran pasangan calon ke KPUD Jakarta.
Meski demikian, dia menuturkan, Ahok dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat diisyaratkan masih menjadi opsi pertama untuk diusung dari internal partainya.
Walaupun, menurutnya, tidak semua di internal kader PDI Perjuangan setuju untuk mencalonkan kembali dua pasangan tersebut. "Di internal PDI Perjuangan masih terbelah, ada yang mau Ahok, ada yang tidak mau karena sakit hati dengan statement-nya," kata Eva.
Menanggapi isyarat PDI Perjuangan kembali mengusung Ahok-Djarot, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak mempermasalahkannya. Ia berharap dapat bekerjasama dengan PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta.
"Kami mengharapkan bisa bersama-sama dan tidak ada masalah jika Ahok-Djarot," kata Setya. (asa/asa)