Tito juga memastikan, tidak ada lagi warga negara asing yang menjadi bagian dari kelompok yang pernah dipimpin Santoso alias Abu Warda itu.
"Tidak ada lagi, Uighur tidak ada lagi," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kata Tito, ada enam warga negara China suku Uighur yang bergabung dengan Santoso. Polisi menangkap di antara mereka, sementara sisanya tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Tinombala.
Kepala Kepolisisan Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan, kontak senjata yang menewaskan Ibrahim terjadi sekitar pukul 08.35 WITA di pegunungan wilayah Padopi, dekat perkampungan di Poso Pesisir.
Dalam kontak senjata itu terdapat dua buron, seorang di antaranya melarikan diri membawa senjata.
"Senjatanya di bawa lari yang masih hidup," katanya.
MIT sudah lama bersarang dan melakukan pelatihan militer di Poso. Sebelumnya, mereka dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah yang kini sudah tewas.
Santoso sempat jadi buron paling dicari di Indonesia. Dia menyatakan berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Tidak hanya menjadi ancaman bagi masyarakat Poso, dalam sebuah video propaganda Santoso juga mengancam akan menyerang Istana Negara dan Polda Metro Jaya.