Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli toksikologi dari Universitas Udayana Bali, I Made Agus Gelgel Wirasuta sebagai saksi.
Kepada hakim, Wirasuta mengungkapkan hasil lima percobaannya membuat Vietnamese Ice Coffee (VIC) yang dicampur dengan racun sianida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada percobaan pertama, Wirasuta memasukkan sianida terlebih dulu. Lalu secara berurutan ia memasukkan es batu, susu, kopi, dan air panas ke dalam gelas yang sama. Setelah diaduk, kata Wirasuta, VIC itu tidak mengeluarkan bau menyengat.
Lihat juga:Jessica Mengaku Menyesal Pulang ke Indonesia |
Pada percobaan keempat, Wirasuta memasukkan es batu, susu, kopi, sianida, dan air panas. Setelah diaduk, kopi itu menimbulkan bau menyengat yang tersebar ke seluruh ruangan.
Sementara pada percobaan kelima, Wirasuta memasukkan es batu, susu, kopi, air panas, dan sianida. Setelah diaduk hasilnya menimbulkan bau yang sedikit menyengat.
Selain lima percobaan itu, Wirasuta sempat mencoba memasukkan air panas terlebih dulu, baru kemudian sianida. Namun ia tidak melanjutkan percobaan itu karena bau yang timbul sangat menyengat.
"Saya sampai keluar dari ruangan karena tidak tahan dengan baunya. Akhirnya percobaan itu tidak jadi saya lakukan," ujarnya.
Menurut Wirasuta, sebagai pemesan Jessica adalah pihak yang paling menguasai VIC bersianida yang diminum Mirna. Ia mendasarkan pernyataannya pada adukan Jessica pada kopi itu.
"Pemesan adalah orang yang paling menguasai kopi karena telah ada pengadukan kopi sebelum diminum korban," tuturnya.
Menurut Wirasuta, peningkatan asam lambung itu terjadi karena sianida yang semula padat berubah menjadi gas saat larut dalam cairan lambung.
Gas tersebut, kata dia, mudah menembus dinding lambung. Dalam kondisi lambung yang korosif atau rusak, gas dari sianida itu secara cepat bisa masuk ke dalam darah.
"Sehingga menimbulkan reaksi pusing, kejang, sampai tak sadarkan diri dengan cepat," ucap Wirasuta. (abm)