Menurut Hanafi, gagasan yang dikeluarkan oleh bakal calon gubernur incumbent yakni Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dalam Pilkada DKI 2017 tidak bermutu dibandingkan calon alternatif yang diusulkannya, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
"Pilgub DKI ini selama ini wacananya dominan oleh incumbent mending kalau dominan wacana dan gagasan ide pembangunan tapi ini yang muncul justru wacana yang sifatnya tidak mutu," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanafi beranggapan, jika Ahok terus dibiarkan menjadi sorotan utama, masyarakat Jakarta hanya akan mengikuti kompetisi Pilkada DKI yang tidak berkualitas.
Menurutnya, langkah yang akan dilakukan PAN tidak hanya melakukan komunikasi antar partai politik melainkan melibatkan juga kelompok sosial di Jakarta dan budayawan untuk mendukung usulannya.
Anak dari Amien Rais ini juga mengklaim kalau sejauh ini Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah melakukan komunikasi intens dengan PDI Perjuangan terkait Risma.
"Ini masih on going juga, kami lihat sampai dengan penghujung September waktu pendaftaran," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat Jakarta membutuhkan sosok gubernur yang ramah dengan rakyat dan tidak zalim. Maka itu, PAN berharap PDI Perjuangan mau mengusung bakal calon gubernur yang terbaik salah satunya adalah Risma.
(obs)