Roti buaya tersebut bukan berasal dari Teman Ahok, pun partai politik pengusung Ahok dalam Pilkada 2017. Kudapan itu disediakan oleh Relawan Ahok-Djarot, kelompok pengusung duet pemimpin ibu kota yang baru mendeklarasikan dirinya hari ini (25/8).
Dalam deklarasi Relawan Ahok-Djarot di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini, dua roti buaya terlihat telah disiapkan dengan berbagai hiasan menarik. Roti itu baru saja disiapkan hari ini oleh sekelompok pemuda yang tergabung di Relawan Ahok-Djarot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roti buaya memang memiliki makna tersendiri bagi warga asli Jakarta. Makanan tersebut umum terlihat kala pernikahan ala Betawi diselenggarakan.
Dalam konteks Pilkada DKI 2017, roti buaya disiapkan oleh Relawan Ahok-Djarot untuk di bawa ke hadapan pasangan petahana tersebut. Harapannya, Ahok dan Djarot setia bersama dalam Pilkada mendatang.
Tekad Relawan Ahok-Djarot untuk mengusung pasangan petahana dalam Pilkada 2017 sudah bulat. Bahkan, mereka rela membubarkan diri jika komposisi calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada nanti tak sesuai harapan.
Gerakan untuk mengusung kedua pemimpin ibu kota tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Namun, selama ini mereka hanya fokus pada pemasangan dan penyebaran spanduk.
Deklarasi baru dilakukan saat ini karena Relawan Ahok-Djarot ingin partai-partai politik di Jakarta mengusung calon yang mereka ajukan dalam Pilkada 2017. Menurut Doddy, pasangan Ahok dan Djarot harus dipertahankan untuk
keberlanjutan pembangunan di ibu kota.
"Kita lihatnya ini komposisi prioritas. Kami akan fokus pada Ahok sebagai Calon Gubernur, bukan Djarot," katanya.
Ahok dan Djarot memang belum dipastikan kembali berpasangan pada Pilkada mendatang.
Sebabnya, saat ini Ahok sudah dipastikan menjadi bakal calon gubernur yang diusung tiga partai politik: Hanura, NasDem, dan Golkar. Namun, Djarot belum mendapat restu dari partainya, PDI Perjuangan, untuk maju di kontestasi Pilkada 2017.
Lihat juga:PAN: Risma Lebih Berkualitas Ketimbang Ahok |
Kepastian status Ahok dan Djarot dapat diketahui 21 hingga 23 September mendatang, kala KPU membuka masa pendaftaran bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur partai politik. Jika mereka kembali berpasangan, maka tak salah roti buaya diberikan pada Ahok dan Djarot oleh para relawan. (yul)