Kritik tersebut dilontarkan Rizal saat berkunjung ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (26/8).
Rizal berkata, idealnya Jakarta memiliki banyak pusat kebudayaan. Namun, hal itu justru tak bisa ditemui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal pun mengkritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang tak banyak memperhatikan aspek pembangunan budaya. Ia menyebut, satu-satunya Gubernur Jakarta yang mau memikirkan pembangunan budaya dan jiwa masyarakat ibu kota hanya Ali Sadikin.
"Kami sedih sekali datang ke sini, padahal ini dokumentasinya luar biasa dari jaman 1800-an, awal dari sastra Indonesia, ternyata disia-siakan begitu saja. Insya Allah nanti pada waktunya akan digitalisasikan. Kita harus betul-betul bangun tempat yang sepadan dengan kebudayaan kita," ujar Rizal.
Saat mengunjungi PDS HB Jassin, Rizal menyempatkan diri membaca beberapa puisi dan karya milik Chairil Anwar serta WS Rendra. Ia juga sempat berdialog dengan beberapa pengurus PDS dan sejarawan yang ikut ke sana, JJ Rizal.
"Pemerintah saat ini memang tidak begitu memperhatikan kebudayaan. Contohnya, pada saat menggusur kawasan Pasar Ikan beberapa bulan lalu, ada bagian benteng peninggalan Belanda yang ikut rusak akibat penggusuran," kata JJ Rizal.