Pernyataan ini muncul setelah sekelompok orang membakar markas Kepolisian Sektor Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah aksi serupa di kemudian hari, Tito mengaku telah menjadwalkan kunjungan ke sejumlah kantor kepolisian hingga tingkat sektor untuk menyampaikan instruksi serupa.
"Arahan saya sepertinya baru sampai di tingkat kepolisian daerah dan kepolisian resor saja," katanya.
"Memang menyamakan persepsi 430 ribu orang (personel Polri) tidak gampang. Membutuhkan waktu," ujarnya.
Pembakaran Polsek Sugapa menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, berawal saat sekelompok pemuda mabuk melakukan aksi pemblokiran jalan. Saat jalan diblokir melintas anggota Brimb Polda Bantuan yang tengan diperbantukan.
Saat itulah terjadi insiden hingga berujung pada lepasnya tembakan peringatan. Belakangan diketahui tembakan menewaskan seorang remaja berusia 15 tahun, Etinus Songgonau. Tewasnya remaja ini membuat warga mengamuk dan membakar Polsek Sugapa. (sur)