"Harus dinormalisasi (Kali Krukut), tidak ada pilihan, karena lembah, kan. Udah dibuatin Kemang Village juga," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/8).
Kali Krukut adalah sungai sepanjang 40 kilometer yang mengalir dari Situ Citayam, Bogor, membelah permukiman Jakarta Selatan, hingga berakhir di Kali Ciliwung. Kawasan Kemang adalah wilayah permukiman yang dilalui Kali Krukut setelah Pasar Minggu dan sebelum Mampang Prapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya saya tanya, yang pinter-pinter ngomong, normalisasi sungai gimana caranya, yang saya tahu ya lebarin, ya harus beli tanah, kalau enggak ya dalamin," ucap Ahok.
Jika rob tidak pasang, kata Ahok, maka air yang datang setinggi apapun tidak akan memberikan dampak banjir pada Kemang. Banjir akhir pekan kemarin diyakini terjadi karena jebolnya tembok di pinggiran kali.
Meski Kemang Village sudah memiliki tampungan air, Ahok menambahkan, daya tampung air tersebut terbatas dan tidak dapat menjadi jaminan untuk menghindarkan banjir.
Ahok menyatakan sejak tiga tahun lalu Pemprov DKI berniat membeli tanah untuk dijadikan waduk di kawasan tersebut. Namun, kata dia, pemilik tanah menolak karena hendak dijadikan apartemen. Pengusaha itu ingin pemerintah DKI Jakarta membelinya di atas harga pasar.
"Kalau saya beli di atas harga pasar yang ada saya masuk penjara, beli sesuai NJOP seperti Sumber Waras saja saya diuber-uber," tuturnya.
Ahok saat ini menyerahkan urusan pembelian tanah kepada Wali Kota Jakarta Selatan. Solusi sementara yang ia tawarkan untuk mencegah banjir di kawasan Kemang adalah dengan mendalami Kali Krukut sepanjang 2 meter menggunakan batu kronjong. (gil)