"Bakal dilakukan penertiban, kapannya belum tahu. Kami sedang atur jadwal dengan BPOM dan Bareskrim. Data sudah ada semua," kata Koesmedi usai rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Kamis (1/9).
Rapat tersebut membahas pengawasan obat di Jakarta khususnya di tiga pasar obat terbesar yakni Pasar Pramuka, Pasar Kramat, dan Pasar Jatinegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat tersebut memiliki beragam efek samping, dosis yang tidak sesuai. Jika dikonsumsi, kata Koesmedi, dapat menimbulkan overdosis dan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.
Namun dia enggan membeberkan data itu dengan alasan agar pelaku tak kabur sebelum adanya penindakan.
Lihat juga:BPOM: Banyak Modus Distribusi Obat Palsu |
"Arahan Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok) yang enggak benar ditutup, supaya jangan nanti racuni orang Jakarta," tutur Koesmedi. (wis/wis)