Saat menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana banjir dan longsor di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat pagi (2/9), Kepala BNPB Willem Rampangilei berkata, BNPB baru memiliki seratus peta daerah rawan banjir dan longsor tingkat kabupaten/kota. Peta daerah rawan banjir dan longsor itu dibuat dengan skala 1:50.000.
"Tadi instruksi Menko PMK, BNPB harus selesaikan peta rawan banjir dan longsor. Kita tahu di seluruh Indonesia yang terpapar bahaya banjir adalah 63,7 juta jiwa, sedangkan yang terancam bahaya longsor 40,9 juta jiwa. Prioritas kita untuk menyelamatkan mereka," kata Willem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarau basah akan terjadi sampai Februari akibat fenomena La Nina, tapi diprediksi intensitasnya moderat. Akibat hal ini adalah kemarau basah dan majunya musim hujan di Indonesia. 70 persen dari seluruh wilayah akan mengalami awal musim hujan yang maju, dan 92,7 persen daerah akan mengalami musim hujan mulai bulan ini," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya.
"Kita lakukan juga persiapan logistik seperti obat-obatan dan kesehatan lingkungan. Banjir itu tetap diperlukan air bersih, dan tentu kerja sama dengan kementerian terkait untuk lakukan persiapan," ujarnya.
Lihat juga:BNPB: 40 Juta Warga Terancam Longsor |