Menurut Djarot, daerah rawan banjir ibu kota saat ini tidak lagi terpusat pada kawasan yang dilalui aliran Sungai Ciliwung. Potensi banjir mulai muncul di kawasan yang dilalui sungai-sungai lain.
Kerawanan banjir di ibu kota muncul akibat ada penyempitan badan sungai. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI akan menertibkan bangunan yang berada di sepanjang bantaran sungai, walau pemilik gedung atau rumah di sana memiliki sertifikat hak milik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI Jakarta disebut akan melakukan audit terhadap kepemilikan sertifikat bangunan di daerah bantaran sungai. Audit rencananya dilakukan terhadap seluruh rumah atau gedung yang berdiri di bantaran.
Menurut Djarot, saat ini Jakarta Selatan menjadi daerah yang tingkat kerawanan banjirnya sangat tinggi. Kerawanan banjir di sana bahkan telah mengalahkan wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang sebelumnya kerap menjadi daerah langganan banjir saat musim hujan tiba.
"Kemarin yang potensi banjirnya tinggi itu berada di wilayah Cakung dan Kelapa Gading. Sekarang sudah tidak di sana, sudah berpindah di Kali Krukut di Kemang," katanya.
Akhir pekan lalu, kawasan Kemang terkena musibah banjir usai hujan deras melanda ibu kota sepanjang siang hingga sore hari. Banjir saat itu mengorbankan ratusan kendaraan bermotor dan terisolasinya warga yang tinggal di sana.
Usai banjir, Pemprov DKI Jakarta memang berencana melakukan normalisasi kali krukut yang melintasi kawasan Kemang. (rdk/wis)