Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, membeberkan inisial ketiga anak itu adalah P (18), D (12), dan SZ (15).
"Tiga anak berangkat dari Jakarta, bekerja di sebuah kafe tempat karaoke dan minum (minuman alkohol)," kata Martinus dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Sumber Daya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Henny Rusmiati, yang mendampingi kasus ini menjelaskan ketiga korban saling mengenal karena tinggalnya saling berdekatan di kawasan Duren Tiga.
I pun berhasil membujuk P untuk bekerja dengan iming-iming gaji yang besar. P pun mengajak dua temannya SZ dan D sehingga mereka bertiga diberangkatkan ke Pasaman pada 25 Agustus.
"Remaja sekarang senang gaya hidup pragmatis bersikap cepat ingin sesuatu, ingin kerja punya uang membuat mereka ingin tampil, makanya mereka ini mudah dibawa," ucap Henny.
Lihat juga:Cerita Muncikari Bocah Korban Paedofil Gay |
"Di sana mereka malah menemani tamu, tetapi sesekali mereka juga mencuci piring, cuci pakaian mami," tutur Henny. (yul)