Menurut Direktur Jenderal Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri Zudan Arif Fakrulloh, jumlah warga yang merekam data e-KTP tersebut mengalami peningkatan signifikan. Sebelum ada tenggat, hanya ada 30 ribu warga yang merekam data e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tiap harinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah kekosongan blanko, Zudan berkata bahwa proses lelang pengadaan blanko e-KTP akan dilakukan lagi bulan ini.
"Kalau tidak ada pemotongan (anggaran) lagi, kami beli 12 juta (blanko)," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berkata bahwa pemerintah tetap menargetkan perekaman data e-KTP hingga akhir bulan ini. Namun, ia tak menutup kemungkinan perekaman data e-KTP dilakukan setelah melewati tenggat yang diberikan.
Kemdagri menargetkan perekaman data e-KTP seluruh warga dapat rampung pertengahan tahun depan. Jika perekaman telah selesai, masalah data ganda kependudukan juga diyakini akan hilang. (sur)