"Tidak ada kontak senjata. Penyelesaian yang soft dilakukan saat pelaku menyerah," ujarnya di lokasi kejadian, Jakarta, Sabtu (3/9).
Martinus berkata, kepolisian mempersuasi para pelaku secara verbal. Personel gabungan yang turun ke tempat kejadian perkara juga disebutnya hanya bersiaga dengan peluru karet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku lantas menodong PRT itu di dalam rumah Asep. Moechgiyarto berkata, PRT tersebut sempat menggedor pintu kamar Asep sambil menangis.
Mochgiyarto mengatakan, tatkala personel kepolisian mengepung rumah Asep, para pelaku hendak membuat skenario bahwa tidak terjadi kekerasan atau penyanderaan di rumah itu.
"Para pelaku membuat satu skenario seolah mereka dan korban berkeluarga, ada hubungan persaudaraan," ucapnya.
Kejadian itu berakhir ketika personel gabungan dapat masuk ke rumah Asep. Kepada polisi, pelaku tidak melawan, tapi justru mengaku sebagai saudara Asep.
Dua pelaku saat ini dibawa ke markas kepolisian. Sebuah kamera pengintai di rumah itu akan dijadikan alat bukti untuk mengungkap kejahatan tersebut.