Dia menuturkan hal itu ditunjukkan dengan semakin menipisnya jumlah terumbu karang di perairan Indonesia. Salah satunya adalah di Karimunjawa, terumbu karang sudah terlihat rusak dalam jarak tiga meter saja.
"Banyak duri babi yang muncul ke daratan itu sudah menjadi bukti karang-karang sudah rusak," kata Susi di New Priok Container Terminal One (NPCT1), Jakarta Utara, Selasa (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amonium Nitrat
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan sebanyak 166.475 Kilogram amonium nitrat yang hendak dikirim ke beberapa daerah di Indonesia berhasil diamankan. Daerah selundupan tersebut meliputi, Sulawesi utara, Sumatera, bahkan Papua.
"Dalam satu kilogram amonium nitrat ini bisa hasilkan 20 botol bom ikan seukuran botol Sprite (minuman ringan),” katanya.
Susi menegaskan penggunaan amonium nitrat secara ilegal memang berpotensi besar digunakan untuk keperluan penangkapan ikan. Hal itulah, sambungnya, yang justru berbahaya bagi terumbu karang.
Di sisi lain, amunium nitrat yang dicampur dengan beberapa bahan peledak lain memudahkan nelayan untuk menangkap ikan dengan cepat dan hasil tangkapan yang besar. (asa)