Tokoh yang hadir di acara itu antara lain Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia Bachtiar Nasir, sampai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq.
Dari sembilan poin dalam risalah, lima poin intinya meminta umat untuk memilih kandidat Gubernur DKI Jakarta yang beragama Islam. Sisanya meminta warga untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pada ulama itu sendiri belum memiliki calon yang hendak didukung. Bachtiar mengatakan masih akan ada perbincangan dengan partai terkait.
Sementara Ketua Tim Pemenangan petahana Basuki Tjahaja Purnama, Nusron Wahid, menilai Jakarta tak perlu Tabligh Akbar seperti yang dilakukan para ulama itu. “Jakarta adem ayem kok, tidak segenting dan sedarurat yang dibayangkan. Sehingga pakai tabligh akbar segala, dengan judul Selamatkan Jakarta. Darurat Jakarta. Apanya yang harus diselamatkan. Apanya yang darurat," katanya kepada Detik.com.
Menurut Nusron, Jakarta memang harus diselamatkan dari preman, mafia anggaran, mafia tanah, dan koruptor. “Dan yang bisa menyelamatkan itu, Ahok. Bukan yang lain. Jakarta memang darurat, dari intervensi politisi yang punya kepentingan bisnis dan tidak terakomodir,” katanya. (ded/ded)