Enam partai politik yang menyebut diri Koalisi Kekeluargaan semula ada tujuh, yakni PDIP, Demokrat, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan. Minus PDIP, koalisi itu tinggal enam partai.
"Koalisi Kekeluargaan kemarin diharapkan berkomitmen solid. Kalau PDIP gabung, tentu sebagai partai terbesar akan memimpin koalisi. Seandainya diumumkan tadi (dengan calon Ahok), ya kami ucapkan selamat. Kami bangun enam kekuatan tersisa," ujar Sandiaga di Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga telah mendapat pesan dari petinggi PDIP untuk tak berharap didukung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
Meski begitu, Sandiaga juga berkata, “Masih menunggu (keputusan PDIP) dengan harap-harap cemas.”
Oleh sebab itu penentuan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh Koalisi Kekeluargaan, klaim Sandiaga, akan berlandaskan kebutuhan dan harapan warga Jakarta.
Pertemuan Prabowo dengan Salim Segaf, ujar Sandiaga, juga merupakan upaya untuk menyatukan visi atas kebutuhan masyarakat Jakarta yang menginginkan hanya ada dua pasangan calon dalam pilkada, yakni petahana dan calon alternatif.
Sandiaga juga akan berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Demokrat sebelumnya telah memutuskan untuk mengusung calon selain Ahok pada Pilkada DKI Jakarta.
Mardani dipertimbangkan menjadi pasangan Sandiaga karena dinilai antikorupsi dan memiliki rekam jejak yang bagus di PKS.
Sekretaris Daerah DKI Saefullah juga diperhitungkan menjadi pasangan Sandiaga. Ada pula Deputi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sylviana Murni yang diusulkan PPP.
Selain ketiga nama tersebut, Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, juga masuk bursa. Ia dinilai aktif memberikan saran untuk membangun Jakarta yang lebih baik.
Apapun, kata Sandiaga, keputusan ada pada pemimpin partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan.
"Bukan saya yang putuskan, tapi pimpinan partai. Mereka sangat cocok dengan saya," kata Sandiaga.