Mereka bertemu untuk mencari nama kuat dan tangguh melawan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, awalnya enam partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan itu akan berkumpul dan bersatu menentukan calon yang kuat. Meksi begitu, Syarief mengklaim empat partai yang hadir dalam pertemuan itu tetap melakukan komunikasi dengan Gerindra dan PKS.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu belum menghasilkan nama pasangan yang akan diusung untuk mengalahkan Ahok-Djarot. Akan ada pertemuan lanjutan untuk finalisasi keputusan yang dilakukan hari ini (22/9) pukul 12.00 WIB. Finalisasi itu akan dibawa ke DPD partai untuk dibahas dan diumumkan.
"Jadi begini, ini kan Pilgub bukan Pilpres. Kalau Pilgub domainnya DPD, Demokrat itu DPD, kalau PAN di DPW. Memang mekanismenya itu, informasi dari bahan DPD atau DPW dibahas di majelis tinggi kalau di Demokrat. Hasil dari pembahasan itu dikembalikan ke DPD, jadi yang akan umumkan nanti DPD," ucapnya.
Selain itu, Syarif tak menampik akan hadirnya dua atau tiga poros dalam Pilkada DKI ini. Menurutnya, segala kemungkinan masih dapat terjadi.
"Dua poros, tiga poros sama saja, yang penting menang ya kan," tuturnya.
Masa pendaftaran untuk Pilkada telah dibuka dan akan berakhir pada 23 September. Rabu siang, Ahok dan Djarot sudah mendaftar di KPUD. (rel)