Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Jamaluddin, ada 20 ribu keping sampah antariksa. Luasnya bumi membuat sampah-sampah tersebut tak diketahui bakal di mana jatuhnya.
Untuk tabung bahan bakar yang jatuh di Sumenep itu, menurut Thomas, adalah bagian dari roket yang membawa satelit. "Setelah satelit sampai di orbitnya, roket akan jatuh dengan sendirinya ke bumi," kata Thomas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9).
Jatuhnya sampah antariksa di pemukiman Indonesia ini bukan yang pertama. Sebelumnya tercatat sudah tiga kali sampah antariksa jatuh di pemukiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ketiga terjadi di Bengkulu tahun 2003 saat benda berbentuk lempengan yang jatuh ditemukan.
Dari beberapa kasus yang terjadi baik di Indonesia maupun di negara lain, belum ada pernah ada korban.
Warga dan polisi sempat bingung pada keberadaan benda tersebut. Selain jatuh dari angkasa, warga juga belum pernah melihat benda seperti itu.