Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandez, mengatakan hal itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9).
Menurut Arya, pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno punya potensi menjaring suara kelas menengah ibu kota secara signifikan sehingga tidak terkonsentrasi pada pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan Anies. Arya menyebut sosok Anies sebagai mantan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan berpotensi memecah suara.
Meski diprediksi bakal berbagi suara yang cukup merata dari kalangan kelas menengah, Arya berpendapat, secara umum pasangan Ahok-Djarot masih memiliki kedudukan yang kuat dan tak mudah digoyahkan.
Kuatnya posisi Ahok-Djarot terutama disebabkan oleh bergabungnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke koalisi pendukung Ahok.
Selain didukung oleh PDIP, pasangan Ahok-Djarot juga didukung oleh Partai Golkar, Partai Hanura, dan NasDem.
Pasangan Agus-Sylvi diusung oleh Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sementara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera mengusung pasangan Anies-Sandi.
Ketiga pasangan calon tersebut sudah resmi mendaftarkan diri ke KPUD DKI. Ketiganya juga sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan tinggal menunggu verifikasi oleh KPUD DKI.
(wis/rel)