Data tersebut dipaparkan para pengungsi saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara di Medan, Selasa (4/10) kemarin.
Herico Sembiring, pimpinan demonstrasi para pengungsi itu, mengatakan ia dan rekan-rekannya sangat membutuhkan kehidupan baru. Mereka menuntut pemerintah segera merealisasikan proyek relokasi tahap ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ruben Tarigan berjanji akan segera mempertemukan berbagai instansi di sektor kebencanaan untuk menyelesaikan persoalan Sinabung.
"Nanti semua yang terlibat dalam tuntutan ini akan dihadirkan," kata dia.
Sinabung yang terus beraktivitas vulkanik berdampak pada kehidupan masyarakat di sejumlah desa di Karo, antara lain Desa Berastepu, Gamber dan Guru Kinayan.
Para pengungsi selama ini mengungsi di sejumlah posko, termasuk di sejumlah gereja dan kampus.
Sejumlah desa di Karo kini dicanangkan menjadi lahan relokasi pengungsi Sinabung, misalnya Desa Nang Belawan dan Desa Siosar.
Desakan ekonomi memantik sejumlah pengungsi untuk masuk ke zona rawan. Mereka kembali ke rumah dan ladang dengan melewati garis pembatas yang telah dipasang Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Sinabung.