Menurut Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, setelah diberi surat peringatan (SP) 1, salah satu pemilik bangunan hotel bersedia membongkar sendiri.
"Pop Hotel kena bagian pagarnya saja, itu diminta untuk dibongkar," kata Tri saat dihubung CNNIndonesia.com, Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan coba bongkar dulu yang tanpa sertifikat," kata Gubernur yang akrab disapa Ahok itu, di Balai Kota, Jakarta.
Meski berdiri di atas bantaran sungai, namun bangunan-bangunan itu memiliki sertifikat. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
Peraturan itu menyatakan kehidupan manusia, seperti bangunan dan tempat tinggal harus berada di luar garis sempadan ini.
Setelah pembongkaran, Kali Krukut akan dinormalisasi dengan mengembalikan lebar semula dan membangun papan turap atau sheetpile.
Di sisi lain, Ahok mengaku bingung wilayah Kemang, akhir-akhir ini kerap banjir. Padahal, menurutnya tiga tahun yang lalu, Kemang tidak pernah tergenang banjir. Ahok juga mencium keanehan banjir di daerah Jakarta Selatan itu. Wilayah yang tergenang banjir kerap berubah, mulai dari Casablanca, Mampang, dan Trunojoyo.
"Nah ini yang lagi kami cari nih, aneh. Aneh enggak pindah-pindah banjirnya di Jakarta Selatan," kata Ahok. (sur/sur)