Direktur Jendral Perikanan dan Budidaya KKP Slamet Subiyanto mengatakan, lahan seluas itu dapat menjadi modal menggenjot perekonomian masyarakat lokal.
"Masa panen rumput laut itu sebentar, hanya 45 hari setelah tanam. Setelah itu, lahannya bisa ditanami lagi," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga kawasan di Rote Ndao yang cocok untuk budidaya rumput laut, menurut Slamet, adalah Rote Timur, Rote Barat Laut, dan Rote Barat Daya.
Lihat juga:Asosiasi Tolak Larangan Ekspor Rumput Laut |
Target produksi rumput laut yang ditargetkan KKP di Rote Ndao adalah 3.192 ton. Slamet menambahkan, pemerintah akan membuka peluang investasi untuk menggenjot industri rumput laut di kabupaten tersebut.
Februari silam, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyebut NTT sebagai penyumbang rumput laut terbesar di Indonesia.
Sebesar 60 persen dari total 10,2 juta ton produksi nasional rumput laut tahun 2015 dihasilkan di NTT. Rumput laut tersebut mayoritas dieskpor ke China.