Rumah tersebut, kata dia, berada di Desa Moengko Lama, Poso Kota, Sulawesi Tengah. "Tim mendatangi rumah HD dan melakukan negosiasi dan selanjutnya menjemput Tini yang bersembunyi di dalam kamar," kata Martinus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali Kalora kini jadi target utama polisi. Orang paling berbahaya nomor tiga itu dinilai sebagai tentara murni, bukan pemikir.
Santoso masuk ke dalam daftar pencarian orang paling berbahaya di Indonesia karena diyakini bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror terhadap masyarakat dan polisi di Poso.
Setelah Santoso, Basri alias Bagong yang merupakan tangan kanan teroris berinisial Pak De itu juga berhasil diamankan. Saat ini, kelompok tersebut tinggal tersisa 11 orang termasuk Ali Kalora. (rdk)