Dalam kunjungan itu, Anies-Sandiaga diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris Umum Abdul Mu'ti, Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Hajriyanto Thohari bersama sejumlah pengurus pusat lainnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menjelaskan, pertemuan dengan bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu berlangsung cair dalam membicarakan persoalan di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika berbicara mengenai keadaban yang terpenting sumber daya manusia sebagai subjek. Jadi jalan bagus kalau akhlak tidak bagus juga masalah," kata Abdul.
Dengan rekam jejak Anies dan Sandi, Muhammadiyah tak meragukan bakal pasangan calon yang diusung Gerindra dan PKS itu. Meski, Abdul menegaskan, Muhammadiyah bersikap netral dengan tidak berpihak pada pasangan manapun pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Lihat juga:Agus-Sylvi Incar Suara NU-Muhammadiyah |
"Muhammadiyah organisasi netral secara politik dan tidak terlibat politik praktis sehingga Muhammadiyah membuka pintu bagi pasangan manapun untuk silaturahim," kata Abdul.
Sementara itu, Anies berjanji akan menjalankan diskusi yang telah dibahas bersama Muhammadiyah. Sebab, pembahasan itu serupa dengan niat mereka dalam membangun Jakarta.
"Kami mendapat pesan-pesan. Itu akan kami jalankan sebagai sebuah amanat karena kami ingin membangun Jakarta yang adil bagi semua," ujar Anies.
Kunjungan bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta, bukan baru pertama kali terjadi.
Sebelum Anies-Sandi, bakal pasangan calon yang diusung Poros Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, telah mengunjungi Muhammadiyah.
Lihat juga:Partai Kakbah, Fanatisme, dan Pengadang Ahok |