Pernyataan bahwa ruang tahanan Jessica lebih mewah sebelumnya disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Meylani Wuwung saat membacakan materi replik dalam sidang kasus kopi beracun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/10).
"Tidak ada yang mewah," ucap Suntana di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipnya, semua tahanan dapat formasi yang sama, kamar yang sama," ujarnya.
"Silakan tanyakan hal itu ke jaksa atau Jessica," ujarnya.
Dalam sidang pembacaan replik kemarin, Jaksa Meylani menyatakan bahwa Jessica berbohong dengan menyebutkan ruang tahanannya di Polda Metro Jaya sempit dan kotor.
Meylani kemudian menunjukkan bukti berupa foto-foto yang memperlihatkan Jessica tengah duduk di sebuah sofa di dalam ruang tahanan.
"Ruang tahanan itu justru yang paling mewah dibanding ruang lain untuk seorang tahanan," kata Meylani.
Senada, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, juga membantah Jessica menghuni ruang tahanan mewah di Polda Metro Jaya.
Menurutnya, foto-foto yang ditampilkan JPU dalam persidangan kemarin bukan ruang tahanan yang pernah dihuni Jessica selama di Polda Metro Jaya.
"Itu ruang konsultasi konseling semua tahanan psikolog pemeriksaan dokter. Ruang konseling itu," ujar Awi.
Menurutnya, ruang tahanan Jessica sama seperti tahanan lainnya. Polisi hanya memenuhi permintaan Jessica agar menempati ruangan tahanan seorang diri.
"Dia sendiri (dalam tahanan). Dia kan enggak mau gabung sama yang lain. Tentunya lebih kecil dari yang lain, ada kamar mandinya di dalam," tutur Awi.
(obs)