"Kami harus selidiki, kan dievaluasi truknya berapa yang masuk. Semua truk baru, alat berat baru. Tidak masuk akal, dulu saja yang tua-tua bisa kerja kok," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga memerintahkan pada jajarannya agar tidak menyerahkan tanggung jawab TPST Bantargebang kepada pihak swasta walaupun ada masalah antrean tersebut.
Pengelolaan TPST Bantargebang sendiri telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Selasa (9/7). Pengelolaan ini dilakukan setelah Pemprov DKI memutus kontrak PT Godang Tua Jaya.
Seperti dikutip detik.com, Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Kebersihan DKI Jakarta Asep Kuswanto mengaku, sudah membeli 15 unit ekskavator dan melakukan pinjaman sebanyak 9 unit dari SKPD lainnya.
Asep juga mengatakan sudah ada anggaran untuk pengadaan 40 unit alat berat yang masuk dalam Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). Meski demikian, ia tidak menyebutkan jumlah anggaran yang disediakan tersebut.
(rel/obs)