Diberi nama salam bersama, mereka berdua mengaku terinspirasi salam kebangsaan yang diperkenalkan Presiden Indonesia pertama, Sukarno.
"Kami menggarisbawahi logo ini tidak berwajah Anies dan Sandi tapi ini tentang masyarakat Jakarta," kata Anies di Posko Pemenangan, Cicurug, Jakarta, Kamis (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menjelaskan, salam ini terinspirasi sekaligus mengembalikan salam kebangsaan Indonesia sesuai Maklumat Presiden Sukarno 31 Agustus 1945.
Dengan salam ini, menurut Anies, juga sebagai simbol dalam membangun suasana Kota Jakarta yang hangat dengan kebersamaan. Lambang ini sudah dirumuskan dari 3 Oktober atau tak lama setelah masa pendaftaran.
"Karena itu lambang yang kami gunakan adalah lambang tangan. Lambang yang digunakan juga Presiden Soekarno," ujarnya.
Sementara itu, Sandiaga menambahkan salam ingin membuktikan, masyarakat Jakarta tidak terkotak-kotak dari berbagai sisi kepentingan, golongan, partai maupun profesi.
"Justru ini yang kami ke depankan salam bersama, untuk menunjukkan kami satu," ucap Sandiaga.
Sebelumnya, saat tes kesehatan bakal pasangan calon akhir September lalu, Anies-Sandiaga memamerkan salam jari membentuk huruf W sebagai salah satu ciri khas mereka.
Huruf W dibentuk dengan menyilangkan kedua tangan, sementara ujung kedua ibu jari disatukan sehingga membentuk huruf 'W'. Sandiaga kala itu menjelaskan huruf W bermakna win atau menang. (abm/rel)