Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, Sultan meninggal karena kehabisan darah.
"Itu akibat luka karena dua tembakan di kaki dan satu yang mengenai perut," kata Awi, Kamis (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan dalam video itu masih mampu menjawab pertanyaan meski tidak secara lugas. Kepala dan wajahnya tampak berdarah.
Penyidik saat ini masih mendalami perkara ini, terutama untuk mengungkap motif penyerangan.
Untuk sementara polisi menduga motif penyerangan sama seperti aksi teror lain, yaitu berusaha melukai atau membunuh polisi yang dianggap menghalangi pergerakan mereka.
"Mereka berusaha mencederai dan membunuh polisi dengan cara mencabut belati dan menyerang polisi di mana selama ini polisi dianggap thagut yang menghalangi pergerakan," Awi.
Saat itu Sultan juga membawa dua pipa yang diduga bahan peledak meski tidak meledak saat kejadian. Sultan kemudian tewas saat dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati. Dia disebut polisi meninggal karena kehabisan darah. (sur/agk)