Timses Agus-Sylvi Pertanyakan Jumlah Tikus di Jakarta

Aulia Bintang Pratama , CNN Indonesia | Jumat, 21/10/2016 06:24 WIB
Timses Agus-Sylvi Pertanyakan Jumlah Tikus di Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berencana menggelar program tangkap tikus dengan imbalan Rp20 ribu per ekor tikus bagi warga Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar program tangkap tikus dengan imbalan Rp20 ribu per ekor tikus mendapat sorotan berbagai pihak, termasuk dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada 2017.

Juru bicara tim pemenangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Rico Rustombi, mengatakan Pemprov DKI seharusnya bisa memikirkan ukuran dari program yang mau mereka jalankan. Rico pun mempertanyakan soal berapa jumlah tikus yang ada di DKI Jakarta, yang menjadi sasaran pembasmian.

Rico menekankan sebuah program yang mau dijalankan harus ada ukurannya masing-masing dan hal itu harusnya bisa dijawab oleh Pemprov DKI, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta.

“Bagaimana nanti pemda mempertanggungjawabkan pengeluaran dana publik itu," kata Rico kepada CNNIndonesia.com, kemarin.
Dia lantas meminta agar Pemprov DKI tak membuat suatu kebijakan sensasional yang tujuannya dinilai tak jelas. Lebih baik, kata dia, pemprov fokus pada urusan yang lebih penting untuk DKI Jakarta.

Sementara itu Wakil Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Abdul Aziz, lebih memilih untuk menyikapi rencana itu secara positif. Menurut dia, jika program itu baik untuk kesehatan masyarakat maka bukan hal yang harus dipermasalahkan.

Hanya saja, kata dia, tetap saja pelaksanaan program itu harus diawasi secara seksama.

Adapun Agus Yudhoyono enggan untuk memberikan komentar. Bagi Agus, komentar lebih pas bisa ditanyakan pada pihak yang merencanakan itu semua.

"Itu tanyakan saja ke Pemprov," kata Agus saat ditemui di Cilandak Town Square, Rabu (19/10).

Rencana lomba tangkap tikus pertama kali dicetuskan oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Warga nantinya dipersilakan menangkap tikus dan akan dihargai Rp20 ribu per ekor.

Rencana ini tengah dimatangkan. Alasan utama perburuan lantaran hewan pengerat ini kerap jadi penyebab penyakit dan merusak barang kebutuhan rumah tangga dan peralatan kantor. Tikus, menurut Djarot juga bisa menyerang manusia.

Djarot menyebut program ini sudah berjalan setahun terakhir di lingkungan pemprov. Namun program di lingkungan Balai Kota ini pihak pemprov tidak mengeluarkan anggaran untuk "membeli" setiap tikus yang dibeli, hanya untuk menjaga kebersihan. Tikus-tikus itu nantinya akan dikuburkan agar tidak menimbulkan bau dan penyakit.