Dalam pembukaan siang ini, Jokowi tak membeberkan terbuka hal-hal yang ingin dilakukan Pangdam dan Kapolda menangani pungli.
"Saya ingin berbicara dua hal. Pertama berkaitan dengan pungutan liar. Kedua berkaitan dengan Pilkada. Hanya itu saja," kata Jokowi sambil menginsyaratkan keluar kepada awak media, Senin (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratas pun berlangsung singkat. Pengantar Jokowi disampaikan sekitar pukul 14.11 WIB. Sementara itu, para Pangdam dan Kapolda sudah berkeliaran meninggalkan Istana pukul 14.39 WIB.
Instruksi Jokowi mengenai Pungli, kata Tito, operasi pemberantasan Pungli di pelayanan publik seperti KTP, STNK, dan sertifikat terus dilakukan.
"Polri sudah tangkap tangan dan 235 kasus ditangani internal Polri. Operasi eksternal Pungli dilakukan bersama Kejaksaan dan POM TNI," ucap Tito.
Mulai dari menagih turut serta seluruh gubernur memberantas pungli di daerah, tak melihat nilai pungutan dalam memproses pungli, dan kemungkinan pungli dalam pembuatan KTP, Akte, dan perizinan.
Ia saat itu bahkan kembali menyebutkan ketertinggalan Indonesia dari negara-negara ASEAN dalam indeks investasi, salah satunya karena pungli.
Pengantar yang disampaikan Jokowi saat itu bahkan sempat dianggap sebagai sindiran oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (yul)