"Dari 10 jenis kejahatan yang tercatat, enam jenis kejahatan dengan jumlah terbesar terjadi di Kabupaten Sleman," ujar Kepala BPS DIY Bambang Kristianto, Ahad kemarin, seperti dilansir Antara.
Bambang menuturkan, pencurian merupakan kejahatan yang paling awam terjadi di kabupaten tersebut. Tindak pidana itu terjadi di 283 desa atau kelurahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Bambang mengatakan, tindak pidana perdagangan manusia tidak terjadi di DIY dalam dua tahun terakhir.
Lihat juga:Yogyakarta, Kota yang Makin Tak Toleran |
Tingkat pertumbuhan ekonomi di Sleman mencapai 5,45 persen. Menurut Hadna, perebutan sumber daya ekonomi yang terbatas melatarbelakangi munculnya aksi premanisme.
Sejumlah perguruan tinggi besar berada di Sleman, antara lain UGM, Universitas Islam Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atmajaya.
Selain menjadi titik sentral pendidikan tinggi di DIY, Sleman juga mengalami peningkatan aktivitas ekonomi. Pembangunan hotel dan hunian vertikal masif terjadi di kabupaten tersebut. Perdagangan barang dan jasa di Sleman juga terus bertumbuh di sana. (abm/agk)