Terkait unjuk rasa bertajuk 'Aksi Bela Islam' pada 4 November mendatang, TNI akan diperbantukan sebagai bantuan kendali operasi atau BKO di tubuh Polri. Sebanyak tujuh ribu personel gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Komando Daerah Militer Jaya akan mengamankan unjuk rasa yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi masyarakat keagamaan.
“Saya sampaikan, TNI all out dan siap mengerahkan kekuatan, termasuk saya, TNI siap setiap saat selama 24 jam. TNI siap BKO (Bawah Kendali Operasi) kan pasukan kepada Polri, kami berada di belakang dan Polri di depan,” kata Gatot dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menyatakan, selama menjalankan tugasnya, TNI tetap memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
TNI pun diperintahkan untuk bisa menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan bangsa dan terus menjaga kebhinneka tunggal ika. Hal itu demi mempertahankan Indonesia sebagai bangsa majemuk yang kuat dan solid.
"Sebagai alat negara, TNI tidak menolerir gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi SARA, TNI akan menjadi garda terdepan untuk menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Gatot. (yul)