Karena itu Iriawan meminta masyarakat ibu kota untuk tidak khawatir secara berlebihan pada rencana aksi yang dimotori organisasi masyarakat Islam itu.
"Masyarakat enggak usah khawatir," kata Iriawan, Selasa (1/11) di Polda Metro Jaya usai bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkiraan awal, bakal ada 35 ribu orang yang akan berunjuk rasa di Istana Negara setelah salat jumat. Namun kata Iriawan, jumlah ini masih turun naik. Belakangan ada informasi jumlahnya meningkat lagi mencapai 50 ribu orang.
Iriawan berharap pelaksanaan demo Jumat nanti berlangsung kondusif. "Mereka berkomitmen ini unjuk rasa aman damai dan tertib, kami melayani dengan pelayanan yang cukup banyak makanya kami minta bantuan dari personel Polda yang ada di sekitar Jakarta," kata Iriawan.
Para pendemo menurutnya juga berkomitmen tidak membawa senjata tajam atau benda terlarang lainnya. Meski begitu petugas dilapangan akan turut memastikan. "Kami akan cek betul tentang penggunaan senjata api dan senjata tajam," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta yang tengah cuti Pilkada itu diharapkan segera diproses hukum.
Sementara pendiri FPI Rizieq Shihab melalui media sosial terus mengajak warga Jakarta untuk berunjuk rasa. Bukan cuma anggota ormas, ia juga mengajak pegawai negeri sipil, Polri dan TNI untuk bergabung dengan membawa sentimen agama dalam aksi itu.
Ia juga meminta sekolah dan kantor diliburkan pada hari itu agar pegawai dan pelajar ikut berunjuk rasa. (sur/obs)