Industri Pertahanan Akan Teken Kerja Sama di Indo Defence

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 02/11/2016 05:55 WIB
Industri Pertahanan Akan Teken Kerja Sama di Indo Defence Kementerian Pertahanan yakin pameran alutsista Indo Defence 2016 akan menjadi wadah kerja sama antara pelaku industri senjata dalam dan luar negeri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan percaya diri, pameran berskala internasional yang mereka gelar, Indo Defence 2016 Expo & Forum, akan berdampak positif bagi industri persenjataan dalam negeri.

Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal Jan Pieter Ate menuturkan, merujuk pameran pada tahun-tahun sebelumnya, Indo Defence akan menjadi wadah kerja sama antara pelaku industri penghasil alutsista.

“Nanti akan ada sejumlah perjanjian antara perusahaan dalam dan luar negeri yang ditandatangani,” kata Jan kepada CNNIndonesia.com kemarin.
Pada Indo Defence sebelumnya, PT Pindad (Persero) sepakat mengembangkan medium-weight tank dengan korporasi Turki, FNSS Savunma Sistemleri. Proyek senilai USD30 juta itu, kata Jan, akan diluncurkan pekan ini.


Indo Defence sebelumnya juga mempertemukan PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan Korea Aerospace Industries Ltd. Kedua perusahaan sepakat membuat pesawat tempur KFX /IFX.

“Semua itu difasilitasi Kementerian Pertahanan dan kontribusi dari Indo Defence,” kata Jan.
Indo Defence 2016 akan diikuti 850 peserta pameran dari 45 negara. Pameran itu sendiri akan dibuka Rabu ini (2/11). Sebanyak 30 perwakilan negara dan enam Menteri Pertahanan dijadwalkan meninjau pameran tersebut.

“Indo Defence akan menjadi momentum bagi pelaku industri pertahanan dalam negeri untuk berinteraksi secara langsung dengan industri maju,” kata Jan.

Secara khusus, Kemhan berharap Indo Defence dapat menjadi ajang pembuktian Indonesia dalam penguasaan teknologi persenjataan.

Pakar pertahanan Centre for Strategic and International Studies Kusnanto Anggoro mengatakan, pemerintah harus memanfaatkan Indo Defence sebagai momentum diplomasi pertahanan. Menurutnya, fokus pemerintah sepatutnya tertuju pada alih teknologi.

“Kenyataannya, transfer teknologi tidak mudah. Tapi paling tidak, industri dalam negeri punya pilihan dan peluang yang lebih banyak dari Indo Defence,” katanya.

Kusnanto mengatakan, Indo Defence masuk dalam daftar ajang pameran alutsista besar di tingkat internasional. Sejumlah negara, termasuk Singapura, juga secara konsisten menggelar festival serupa.
(abm/agk)