"Pemerintah, polisi dan TNI harus jeli menanggapi ancaman peluang masuknya ISIS masuk dalam demo," kata Ahmad saat menghadiri diskusi di Wahid Institute kemarin.
Ahmad menyatakan polisi dan TNI harus menindak dengan tegas bila memang benar aksi tersebut ditunggangi ISIS. Jika tidak, demo itu bisa mengacaukan keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mungkin FPI yang menggerakkan ini. Gerakan hampir di semua daerah dan membutuhkan dana besar. Saya kira ada yang ingin menghancurkan Indonesia," kata Ahmad.
Pengamat terorisme ini mengaku mendapat informasi tentang rencana aksi 4 November yang memperkuat keterlibatan ISIS. Dalam pesan itu, kata Sidney, pelaku aksi diperintahkan untuk bisa memanfaatkan 4 November untuk membuat kerusuhan.
Konsultan Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Terorisme Universitas Indonesia Nasir Abas menilai foto itu asli tanpa rekayasa. Foto itu juta menjadi bukti bahwa pelaku aksi 4 November memiliki hubungan dengan Jaiys Al-Fath.
"Segala macam digunakan oleh mereka untuk mendapatkan simpatisan dan menggerakkan masa. Mereka menggunakan teknologi seperti internet dan sosial media," kata Nasir.
Namun mantan anggota Jamaah Islamiyah ini mengatakan, masyarakat Indonesia sebaiknya jangan terlalu khawatir dengan aksi tersebut. Kekhawatiran tersebut bisa membuat ancaman baru. Tetapi, kata Nasir, jangan lupa untuk tetap waspada. (sur/wis)