Rusia Tanam Investasi Awal Rp200 Miliar di Sektor Kelautan RI

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 02/11/2016 09:18 WIB
Rusia Tanam Investasi Awal Rp200 Miliar di Sektor Kelautan RI Rusia, lewat perusahaan besar Blackspace, akan membangun 20 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan. Negeri Beruang Merah menanamkan investasi awal senilai Rp200 miliar untuk membangun empat Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang dilengkapi ruangan pendingin (cold storage) berkapasitas 300-500 ton di empat wilayah terluar RI.

Tiga tahun ke depan, total terdapat 20 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang akan dibangun di pulau-pulau terluar Indonesia.

Kerja sama ini, ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjastuti, merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Sochi, Rusia, Mei lalu.


“Waktu Bapak (Presiden) ke Sochi sempat disinggung akan melakukan kerja sama. Nah, sekarang kami realisasikan. Kami dengan Blackspace mau bangun Unit Pengolahan Ikan di empat tempat saja dulu,” kata Susi ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Denis Manturov, di Jakarta.

Blackspace merupakan perusahaan besar Rusia di sektor energi dan pertambangan yang tengah melebarkan sayap ke industri perikanan.

Empat kawasan yang menjadi lokasi pembangunan Unit Pengolahan Ikan tahap awal ialah Lampulo Aceh, Untia Makasar, Sendang Biru Malang, dan Prigi Trenggalek. Keempatnya ialah pelabuhan ikan yang cukup menjanjikan untuk ikan jenis tongkol, tuna, dan cakalang. Ikan-ikan itu banyak diminati oleh sentra perdagangan ikan internasional.

Kerja sama tak hanya terfokus pada pembangunan 20 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di wilayah terluar Indonesia, tapi juga penguatan sektor perdagangan perikanan Indonesia di Eropa Tengah dan Timur, serta kerja sama maritim dalam memberantas penangkapan ikan ilegal (Illegal Unreported and Unregulated Fishing).
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga menawarkan kerja sama di bidang transportasi untuk memperkuat pembangunan infrastruktur Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, misalnya transportasi penerbangan yang mampu menjangkau daerah terluar Indonesia.

Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Denis Manturov menyatakan kerja sama bilateral ini akan menguntungkan kedua negara. Nantinya, Rusia akan menjadi prioritas utama ekspor perikanan Indonesia, khususnya jenis tongkol, tuna, dan cakalang, yang memang diincar negeri itu.

“Ini adalah strategi win-win solution. Pembangunan infrastruktur ditambah kerja sama penerbangan yang baik, nantinya bisa mengembangkan potensi-potensi di wilayah kecil (Indonesia),” ujar Denis.

Untuk merealisasikan kerja sama itu, Blackspace menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan membentuk perusahaan gabungan atau joint venture.

Dengan model kerja sama ini, Perindo akan memanfaatkan modal yang diberikan Blackspace. Artinya, pembangunan 20 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Indonesia dibiayai sepenuhnya oleh Rusia.

“Mereka (Blackspace) full finance. Sekarang pembentukan perusahaannya tinggal menunggu persetujuan pemegang saham dari Kementerian BUMN,” kata Direktur Utama Perindo, Syahril Japarin.

Pembagian saham perusahaan dirancang 80 persen milik Rusia dan 20 persen Indonesia. Hal ini telah disepakati oleh kedua negara. (agk)