Meskipun unjuk rasa baru digelar esok, pengamanan dan sterilisasi dimulai malam ini. Personel kepolisian berharap operasi mengawal demonstrasi berjalan lancar. Mereka juga berdoa agar diberikan kesabaran dalam bertugas.
"Insya Allah besok damai. Yang turun semua ulama ahli Sunnah wal Jamaah. Yang datang semua orang-orang mukmin. Yang jaga polisi soleh-soleh semua," kata Ustaz Arifin Ilham yang menjadi penceramah dalam acara zikir tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara doa dan zikir bersama itu turut dihadiri anak yatim dan beberapa pejabat utama Polda Metro Jaya, seperti seperti Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Ermayudi.
Besok Jumat, Ribuan orang dari sejumlah organisasi masyarakat keagamaan berencana menggelar long march dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara.
Mereka menuntut penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Kepolisian dan TNI telah menyiagakan 18 ribu personel keamanan. Polisi akan berpatokan pada Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.
Peraturan itu menyebut, pada pengendalian massa dalam kondisi damai, petugas melakukan pengamanan dengan tangan kosong.
"Kondisi ini bila massanya masih kooperatif dengan petugas," kata Arifin.
Namun, menurutnya, bila massa melawan dan mengabaikan arahan polisi, maka yang berlaku adalah Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.
Dalam aturan itu, polisi akan dibekali beberapa perlengkapan pengamanan, di antaranya gas air mata, security barrier, hingga benda tumpul seperti tongkat.
Lihat juga:Langkah Jokowi 'Sejukkan' Demo 4 November |