Akibatnya, kampanye itu berujung pada penolakan calon petahana itu. Ketua rukun tetangga (RT) setempat bahkan jadi korban pemukulan.
"Kami sudah sampaikan kepada tim sukses bahwa di sana (Rawa Belong) ada penolakan, tapi tetap mau ke sana," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Jakarta, Kamis (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal itu harus dilakukan demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi.
Sekelompok orang di Rawa Belong, Jakarta Barat menolak kedatangan Ahok yang saat itu sedang blusukan di Jalan Ayub, Rabu (2/11). Tak hanya menolak, mereka juga sempat berusaha mengejar Ahok.
Peristiwa itu terjadi saat Ahok sedang melewati sebuah pasar di kawasan tersebut. Tiba-tiba, sekelompok orang itu berteriak menolak kedatangan Ahok.
Dalam peristiwa itu, Ketua RT setempat Nurdayat dianiaya. Pelaku menuduh Nurdayat yang mengizinkan Ahok datang ke wilayah tersebut meski sudah ditolak warga. Kasus penganiayaan kini ditangani Polsek Kebon Jeruk. (sur/wis)