Icuk sempat berorasi selama dua menit bersama kelompok demonstran yang tergabung dalam Gerakan Pekerja Indonesia (GPI) di sekitaran bundaran air mancur Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, gabungan massa GPI yang jumlahnya ratusan itu juga mendesak Presiden Joko Widodo tidak melindungi Ahok dalam bentuk apapun.
Ketua Umum Yayasan Peduli Atlet Indonesia (YPAI) tersebut berharap pemerintah dapat bersikap terbuka terhadap aksi demonstrasi tersebut dan melindungi warga negaranya tanpa pandang bulu.
"Kami selalu menghormati agama yang lain. Pada saat agama saya diusik orang tidak bertangung jawab, orang tersebut dipertanggungjawabkan secara hukum dan sama seperti masyarakat indonesia pada umumnya," kata Icuk saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Lebih lanjut, Icuk yang merupakan juara dunia tunggal putra 1983 itu mengatakan agar masyarakat tidak mengartikan aksi ini sebagai sebuah gerakan politik.
"Mana mungkin gerakan politik bisa mendatangkan orang-orang dari seluruh Indonesia ke Jakarta. Mereka yang datang tidak ada kepentingan pilih siapa, tapi mereka datang ke sini atas kehormatan Islam dan kitab suci Al Quran yang tidak bisa dinistakan," ujar Icuk.
"Salah satu cara mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah ya dengan cara seperti ini. Saya yakin gerakan ini tidak akan berhenti kalau saudara Ahok tidak diproses seperti masyarakat lainnya. Ini kebetulan saja ada Pilkada, kalau tidak ada Pilkada juga harus diproses," sambungnya. (har/asa)