Pesan Aceh Ingin Pisahkan Diri, Kapolda Tegur Habib Rizieq

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 04/11/2016 14:59 WIB
Pesan Aceh Ingin Pisahkan Diri, Kapolda Tegur Habib Rizieq Spanduk dan bendera Partai Aceh dipasang oleh anggota FPI asal Aceh di Istiqlal. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menegur Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait temuan pesan pemisahan diri Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) siang.

"Sudah saya sampaikan ke Habib Rizieq, kenapa itu bisa terjadi," kata Iriawan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11).
Menurutnya, spanduk dan bendera tersebut bertentangan dengan arahan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian yang meminta agar aksi unjuk rasa 4 November tidak mengeluarkan pesan yang provokatif atau pun hujatan.

Ia mengatakan, kini bendera dan spanduk sudah diamankan oleh polisi.


"Kami sudah sampaikan dan sudah diambil," ujar Iriawan.

Bendera Partai Aceh sempat berkibar di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) siang. Saat itu ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Istiqlal untuk salat jumat dan berkumpul sebelum menggelar aksi unjuk rasa.

Selain itu, ditemukan juga sebuah spanduk bernada provokatif. Spanduk itu bertuliskan "Bila NKRI dipimpin oleh pembela Ahok, maka kami bangsa Aceh akan menuntut PISAH DIRI DARI NKRI". Spanduk itu terbentang di lantai dua pintu masuk Al Fatah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono membenarkan pengibaran bendera dan spanduk tersebut. Keduanya dipasang oleh kelompok Front Pembela Islam (FPI) asal Aceh.

"Masing-masing satu buah," kata Awi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (4/11).

Selain mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk, anggota FPI asal Aceh juga menggelar orasi.

(tyo/asa)


fpi