"Jangan ambil gambar, jangan ambil foto. Itu provokasi," kata seorang demonstran.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, belum diketahui penyebab kericuhan tersebut. Namun, ribuan demonstran dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF-MUI) memang telah kembali bersiap beraksi usai salat Maghrib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam Sobri Lubis mengatakan, negosiasi terus dilakukan agar perwakilan demonstran bisa diterima Jokowi.
Sementara Polda Metro Jaya sebelumnya telah meminta pengunjuk rasa membubarkan diri secara tertib pukul 18.00 WIB.
Merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka, demonstrasi hanya diperbolehkan berlangsung di antara pukul 6.00 hingga 18.00 WIB.
(wis/asa)