Janji MPR yang Akhirnya Meredam Massa Demo Anti Ahok
Rizky Sekar Afrisia | CNN Indonesia
Sabtu, 05 Nov 2016 08:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung DPR/MPR menjadi salah satu titik demonstran pembela Islam bertahan sampai Sabtu (5/11) dini hari. Seperti dilaporkan kantor berita Antara, mereka baru meninggalkan Gedung Parlemen sekitar pukul empat dini hari.
Massa membubarkan diri setelah ‘dipulangkan’ oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. “Dengan kesepakatan ini kami akan melepas semua untuk pulang ke rumah masing-masing,” katanya, diikuti kepergian massa.
Kesepakatan yang dimaksud adalah komitmen DPR/MPR menyetujui permintaan para demonstran. Mereka diminta mengawal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok sendiri sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus itu, yang menyangkut Surat Al-Maidah.
Itulah yang membuat ribuan massa pembela Islam membanjiri Jakarta, Jumat (4/11). Di beberapa titik bahkan terjadi pembakaran dan kericuhan.
Komitmen DPR/MPR sendiri dinyatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia menemui ribuan demonstran di pintu masuk utama Gedung Parlemen, Sabtu pagi.
“DPR khususnya Komisi III akan mengawasi ketat dan sungguh-sungguh. Karena itu penegakan hukum secara tegas, cepat, dan adil harus segera diselesaikan,” katanya meyakinkan. “Mari awasi dalam waktu cepat agar apa yang menjadi harapan dan tuntutan kita jadi kenyataan. Saya harap semua berakhir baik, pulang ke tempat masing-masing,” tutur Zulkifli melanjutkan.
Komitmen juga dinyatakan anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Pihaknya akan segera memanggil Kapolri untuk memprioritaskan kasus itu.
“Setelah Senin (7/11) akan kami tindak lanjuti,” ujarnya berjanji.
Komitmen itu cukup membuat demonstran akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Tapi Rizieq menuturkan, ia dan para pembela Islam tidak akan main-main dengan tuntutannya. Jika kasus tidak juga selesai, massa kembali turun ke jalan.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Rizieq menyerahkan teknis kepulangan demonstran kepada Panglima FPI, Munarman. Gedung DPR/MPR akhirnya bersih dari demonstran sekitar pukul lima pagi, setelah pukul empat mereka bubar.
"Bagi yang tinggal di Jakarta dan membawa kendaraan bisa mulai meninggalkan tempat," kata Munarman. Demonstran yang tinggal di Jakarta namun tidak membawa kendaraan, disediakan bus dari DPR yang dibagi dalam lima wilayah. Bus juga tersedia bagi mereka yang tinggal di luar Jakarta. (antara/rsa)
Massa membubarkan diri setelah ‘dipulangkan’ oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. “Dengan kesepakatan ini kami akan melepas semua untuk pulang ke rumah masing-masing,” katanya, diikuti kepergian massa.
Kesepakatan yang dimaksud adalah komitmen DPR/MPR menyetujui permintaan para demonstran. Mereka diminta mengawal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok sendiri sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus itu, yang menyangkut Surat Al-Maidah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penegakan hukum secara tegas, cepat, dan adil harus segera diselesaikan.Zulkifli Hasan, Ketua MPR |
Komitmen juga dinyatakan anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Pihaknya akan segera memanggil Kapolri untuk memprioritaskan kasus itu.
“Setelah Senin (7/11) akan kami tindak lanjuti,” ujarnya berjanji.
Foto: CNN Indonesia/Aulia Bintang PratamaMassa bela Islam yang berkumpul di depan DPR/MPR. |
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Rizieq menyerahkan teknis kepulangan demonstran kepada Panglima FPI, Munarman. Gedung DPR/MPR akhirnya bersih dari demonstran sekitar pukul lima pagi, setelah pukul empat mereka bubar.
"Bagi yang tinggal di Jakarta dan membawa kendaraan bisa mulai meninggalkan tempat," kata Munarman. Demonstran yang tinggal di Jakarta namun tidak membawa kendaraan, disediakan bus dari DPR yang dibagi dalam lima wilayah. Bus juga tersedia bagi mereka yang tinggal di luar Jakarta. (antara/rsa)
Foto: CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama