Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, Ramadhan adalah mahasiswa Universitas Jayabaya asal Maluku Tenggara yang tinggal di kawasan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.
"Yang bersangkutan anggota HMI Jakarta Utara, ditangkap di tempat biliar Jakarta Pusat," kata Awi di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga menangkap Muhammad Rizal Berkat, mahasiswa Universitas Attahiriyah yang tinggal di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Dia ditangkap di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.
"Tentunya kami sudah memiliki alat bukti permulaan yang cukup sehingga menetapkan kelimanya sebagai tersangka dan melakukan penangkapan terhadap kelimanya," ujar Awi.
Menurutnya, penangkapan dan penetapan kelimanya sebagai tersangka dilakukan polisi setelah penyelidikan digital forensik terhadap video aksi kekerasan saat demo tersebut.
"Ini masih kami konstruksikan, tapi yang jelas barang bukti yang ada di video, foto-foto itu ada di inventaris kita, data-data ada di kami yang nanti kami ajukan ke persidangan," tutur Awi.
Kericuhan selama demo 4 November lalu menyebabkan satu seorang pedemo meninggal dunia karena asma. Selain itu ada 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri atau umum yang dirusak dan tiga kendaraan di antaranya dibakar. Jumlah demonstran yang mengalami luka sekitar 250 orang.
Di luar massa demo, sebanyak 100 orang mengalami luka. Mereka terdiri dari 79 personel Polri, 15 masyarakat umum, lima personel TNI dan satu personel pemadam kebakaran.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengamankan sepuluh orang yang diduga provokator dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut. Namun, mereka dibebaskan karena kepolisian belum memiliki alat bukti yang kuat.