Buni mengatakan dirinya dicecar 28 pertanyaan selama kurang lebih tujuh jam pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya tadinya cuma sepuluh, tapi beranak jadi nambah ada A, B, C begitulah," kata Aldwin yang mendampingi Buni di Kantor Bareskrim Polri, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (10/11).
Penyuntingan Video
Kebanyakan, menurut dia pertanyaan hanya seputar sumber video dan proses penyuntingan video yang diduga dilakukan oleh kliennya.
"Iya ditanya tanya menyunting atau tidak, tapi Pak Buni tidak menyunting video, kita juga tunjukkan buktinya," kata dia.
Dia menuturkan pemeriksaan yang dilakukan hari ini memang murni untuk mengklarifikasi tuduhan adanya proses penyuntingan video yang dilakukan oleh Buni Yani terkait dengan pernyataan Ahok soal Al-Maidah.
"Buni hanya mengunggah ulang video berdurasi 31 detik, dia meng-upload ulang. Dia unduh dari situs NKRI, soal kenapa di-upload lagi karena ingin mengajak masyarakat berdiskusi," katanya.
Buni pun membenarkan hal tersebut, dia menjelaskan dirinya hanya mengunggah ulang video yang dia unduh pada tanggal 5 Oktober 2016 itu.
"Saya unduh tanggal 5 Oktober, lalu saya unggah sehari setelahnya, tanggal 6 Oktober, tidak ada yang saya sunting, itu murni," kata dia. (asa)