Olah TKP Rampung, Polisi Dalami Motif Teror Bom di Samarinda
Rosmiyati Dewi Kandi | CNN Indonesia
Minggu, 13 Nov 2016 16:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyebut, olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kaltim, telah selesai. Penyidik Polda Kaltim saat ini tengah mendalami motif dan jaringan pengebom di gereja tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Ajun Komisaris Besar Fajar Setyawan mengatakan, sejumlah barang bukti telah dibawa dari lokasi kejadian.
“Untuk sementara police line masih kami pasang. Olah TKP sudah. Kami mendalami motif, ikut jaringan mana, sambil memeriksa saksi-saksi,” ujar Fajar kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/11).
Fajar menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai sejumlah temuan di TKP. Dia hanya mengatakan, pria bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia berusia 32 tahun saat ini sedang diperiksa secara intensif di Polresta Samarinda.
Selain memeriksa Jo, sejumlah saksi juga sedang diperiksa, kata Fajar tanpa mau menjelaskan lebih rinci saksi-saksi dimaksud.
Jo disebut melempar bom rakitan berdaya ledak rendah di pelataran parkir gereja. Bom tersebut menyebabkan empat orang luka, termasuk anak-anak, serta kerusakan empat sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam perisitwa tersebut.
“Korban mengalami luka bakar, kami perkirakan ringan. Semoga sebentar lagi bisa keluar dari rumah sakit,” tutur Fajar. (rdk)
Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Ajun Komisaris Besar Fajar Setyawan mengatakan, sejumlah barang bukti telah dibawa dari lokasi kejadian.
“Untuk sementara police line masih kami pasang. Olah TKP sudah. Kami mendalami motif, ikut jaringan mana, sambil memeriksa saksi-saksi,” ujar Fajar kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memeriksa Jo, sejumlah saksi juga sedang diperiksa, kata Fajar tanpa mau menjelaskan lebih rinci saksi-saksi dimaksud.
“Korban mengalami luka bakar, kami perkirakan ringan. Semoga sebentar lagi bisa keluar dari rumah sakit,” tutur Fajar. (rdk)